BERBAGI APAPUN

Ilmu Akan Lebih Bermanfaat Bagi Banyak Orang

  • RAIDNET

    jasa warnet di daerah siliragung, Banyuwangi, JATIM

    jasa warnet di daerah siliragung, Banyuwangi, JATIM

  • Your IP address

    IP
  • Waktu

  • Visit

    free counters
  • User Online

  • Wandra Kelangan

AV BLOK

Posted by raidnhh pada 25/07/2011

AV BLOK

  1. ETIOLOGI
  • Extracardiac yaitu DHF, miokarditis, gangguan elektrolit, dan autoimun disease
  • Intracardiacyaitu adanya infark terutama pada infark inferior dengan Right Ventrikel.
  1. DERAJAT AV BLOK
    1. Derajat I
  • PR interval memanjang > 0,20 detik
  • Diikuti gelombang QRS
  • Jarak RR teratur
  • Jika respon ventrikel bagus tidak perlu pasang temporary pace maker ( TPM )
  1. Derajat II
  • Type I/Mobitz I/Winkebach
    • PR interval makin jauh, jarak RR bias teratur atau tidak
    • Ada gelombang P yang tidak diikuti gelombang QRS
    • Jika respon ventrikel bagus, hemodinamik bagus maka tidak perlu pasang TPM


  • Type II/ Mobitz II
    • PR interval memanjang tapi jarak RR tetap
    • Ada 1 gelombang P tidak diikuti gelombang QRS
    • Jika respon ventrikel < 60x/menit maka perlu pasang TPM
    • Jika respon ventrikel dan hemodinamik bagus harus diobservasi dengan ketat karena bias menjadi AV Blok derajat tinggi/blok total


  • Derajat tinggi
    • Beberapa gelombang P baru kemudian diikuti gelombang QRS
    • Penghitungan/ penentuan derajat menggunakan ratio
    • Harus dipasang TPM 

  1. Total AV Blok

Gelombang P dan gelombang QRS berjalan sendiri-sendiri.

  1. Blok cabang berkas
  • Kanan ( RBBB ) jika gambaran blok ada di V1-V2
  • Kiri ( LBBB ) jika gambaran blok ada di V5-V6 

  1. TINDAKAN

    Salah satu tindakan yang dilakukan pada AV Blok adalah pemasangan Temporary Pace Maker/ TPM dan Permanent Pace Maker/ PPM. TPM atau PPM berfungsi menggantikan fungsi SA Node sebagai pemacu (pacing) dan pengindera (sensing) jika terjadi gangguan konduksi. TPM adalah pace maker sementara yang dipasang melalui vena femoralis menuju ventrikel kanan, gambaran ECG seperti LBBB,QRS lebar karena tidak melalui AV node, ada spike/gambaran seperti jarum.

    1. Letak ujung/lead TPM bagus jika:
  • Spike didepan QRS
  • Rate seminimal mungkin tapi capture
  • Sensing seminimal mungkin tapi capture
  • Output seminimal mungkin tapi capture
  1. TPM dipasang pada :
  • Sinus arrest
  • Pasca bedah jantung
  • Bradiaritmia/ sick signess syndrome
  • AV Blok derajat II Mobitz II dan derajat tinggi
  • Total AV Blok
  • Bifasikuler/trifasikuler blok seperti RBBB dengan LAD, LBBB dengan RAD, RBBB dengan infark.
  • Sebelum pemasangan PPM
  1. Efek samping pemasangan TPM:
  • Rupture vena
  • Infeksi
  • Aritmia, untuk mencegahnya TPM harus terus menerus terhubung dengan generatornya.
  • Salah masuk arteri/vena lain
  • Saat masuk atrium bias terjadi simpul sehingga saat ditarik kembali bias terjadi rupture
  • Karena memasukkannya terlalu keras bias menembus endocard ke perikard sehingga harus tamponade
  • Gambaran ECG seperti LBBB,lama-lama QRS semakin lebar, ini yang bias menimbulkan sudden death.
  • Ventrikel Takikardi/ Ventrikel Fibrilasi

TPM baru bias dilepas jika ada irama intrinsic yaitu irama dari jantung sendiri bukan dari TPM. Gambarannya sebagai berikut:

  • Gambaran ECG tidak ada spike
  • Rate pada jantung lebih tinggi dari rate generator TPM
  • QRS dari generator lebar sedangkan intrinsic sempit
  • Jika sudah ada irama intrinsic observasi 24 jam jika tetap baik maka TPM bias dilepas. 

Lihat juga : http://raidnhh.blogspot.com

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: